Perundungan Anak Makin Memprihatinkan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Potret buram pendidikan di negeri ini makin memprihatinkan. Perundungan anak masih menjadi masalah yang terus terjadi, Mirisnya, pelaku adalah anak-anak SMP yang notabene teman korban.
 
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani menyoroti kasus perundungan terhadap siswa di SMP di wilayah Kabupaten Bandung. Pihaknya meminta agar pelaku perundungan yang menceburkan korban ke dalam sumur karena menolak meminum minuman beralkohol segera ditindak secara administrasi dan hukum, karena hal itu menyangkut tindak pidana.
 
Komisi X DPR menaruh perhatian atas kasus perundungan yang banyak terjadi, berharap kekerasan di lingkungan sekolah harus ditangani secara tegas dan mendorong adanya pencegahan perundungan yang melibatkan pihak orang tua dan guru untuk menciptakan lingkungan aman dan responsif.
 
Berbagai kasus perundungan pada pelajar yang masih terus terjadi tidak muncul begitu saja, melainkan ada faktor atau penyebabnya. Salah satunya adalah karena sistem kehidupan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, sehingga kurikulum yang dibangun tidak menempatkan akidah Islam sebagai asas untuk membentuk kepribadian pelajar atau siswa.
 
Buruknya lingkungan juga berpengaruh terhadap perilaku generasi hari ini. Hilangnya peran keluarga sebagai pendidik utama, masyarakat individualis yang enggan melakukan amar makruf nahi mungkar atau saling menasihati terhadap sesama, dan sanksi hukum tidak tegas yang tidak menjerakan pelaku menjadikan kasus perundungan terus terjadi, bahkan kasusnya semakin bertambah parah.
 
Islam sangat melarang segala bentuk kekerasan atau perundungan, baik secara verbal maupun fisik. Islam mengajarkan untuk saling menghormati, menyayangi sesama, dan melarang berbuat zalim.
 
Dalam sistem Islam, negara akan melakukan perlindungan terhadap generasi. Peran negara sebagai pencetak generasi terbaik akan melakukan tugasnya secara sempurna. Sistem pendidikan yang berasas akidah Islam orientasinya tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi membentuk generasi berkepribadian Islam yang memiliki pola pikir dan sikap yang Islami.
 
Selain itu, negara akan menerapkan sistem ekonomi Islam yang turut andil dalam memberikan jaminan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Sehingga, para orang tua lebih optimal mendidik anak-anaknya, tidak ikut serta membantu bekerja mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga yang tidak diberikan sepenuhnya di sistem hari ini.
 
Peran orang tua adalah sebagai madrasah utama dan pertama bagi anak-anak. Maka, negara akan memastikan para orang tua mendidik anak-anaknya dengan akidah Islam untuk membentuk pribadi tangguh yang perilakunya sesuai dengan syariat Islam.
 
Kemudian, negara akan menerapkan sanksi hukum yang tegas sehingga pelaku kejahatan akan merasa jera. Dalam Islam, ada hukum qhisas yang diberlakukan bagi pelaku yang sengaja menghilangkan jiwa (membunuh) atau melukai anggota tubuh manusia lainnya.
 
Dalam surat Al-Maidah ayat 45 dijelaskan bahwa pelaku yang membunuh harus dibunuh, jika melukai, maka harus dilukai juga, seperti apa yang ia lakukan kepada korban.
 
Dalam konteks penerapan, hukum Islam memiliki dua fungsi, yaitu sebagai zawajir atau pencegah dan sebagai jawabir atau penebus dosa. Dengan aturan seperti itu, maka tidak akan ada yang berani melakukan kejahatan, termasuk perundungan.
 
Sepanjang sejarah, Islam mampu mencetak generasi yang cemerlang, Hal ini akan bisa terwujud jika sistem Islam diterapkan secara sempurna dan menyeluruh dalam bingkai syariah dan khilafah. Wallahu’alam.

Oleh: Nasiroh
Aktivis Muslimah

Views: 29

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA