Sistem Kapitalisme Melahirkan Perubahan Semu

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dalam masa jabatannya yang lebih dari seratus hari, Kang DS (Dadang Supriatna) sapaan akrabnya, dikatakan sebagai arsitek perubahan nyata karena terlihat kerja nyata dalam melakukan perubahan di Kabupaten Bandung. Menurut TB Raditya Indrajaya, Kang DS tidak suka mengobral janji di depan publik. Buktinya adalah angka parameter kesejahteraan yang meningkat karena kebijakan yang baik dan tepat sasaran sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat. (Galamedianews.com, 25/08/2025)

Kesejahteraan adalah impian dan harapan setiap manusia. Semua manusia di dunia ini pasti ingin hidup bahagia dan tercukupi semua kebutuhan hidupnya. Manusia hidup tidak hanya butuh makan, tetapi juga perlu sarana dan prasarana untuk menunjang kehidupan. Misalnya, fasilitas umum yang memadai, pendidikan yang bagus, dan layanan kesehatan yang murah.

Akan tetapi, semua itu belum bisa dirasakan oleh masyarakat. Adapun ungkapan bahwa ada pemimpin yang berhasil melakukan perubahan dalam kinerjanya, itu hanyalah perkataan, belum bisa dipercaya seutuhnya. Kalaupun ada penilaian bahwa telah terjadi perubahan nyata, itu perlu ditinjau dan ditelaah secara mendalam.

Perubahan pertumbuhan ekonomi yang dicapai jangan dilihat dari sekadar catatan angka di atas kertas. Apalah artinya sebuah catatan atau grafik yang naik, sementara di lapangan masih terlihat berbagai macam kejadian atau peristiwa yang menyayat hati. Masyarakat nyatanya belum semua merasakan dampak dari perubahan yang digembar-gemborkan tersebut.

Jika perubahan pembangunan benar-benar telah berhasil, mengapa masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan? Kemudian juga banyak pengangguran akibat terkena PHK massal. Banyak perusahaan yang tutup karena tidak mampu lagi bertahan untuk tetap beroperasi. Imbasnya tentu kepada masyarakat yang notabenenya adalah buruh.

Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, dan kesehatan. Begitulah realitas yang terjadi di masyarakat wilayah Bandung hari ini, yang sebenarnya dalam keadaan terpuruk ekonominya. Denyut nadi perekonomian yang sangat lemah dan menurun. Selain perusahaan yang gulung tikar, banyak juga pertokoan dan juga pasar yang sepi pengunjung bahkan tutup.

Jadi, meskipun dikatakan adanya laju pertumbuhan ekonomi bagus dengan angka di atas 5 misalnya, namun itu hanya sebatas nilai atau angka. Penilaian dan survei sering tidak sesuai realitas. Kemajuan ekonomi yang digaungkan hanya karena hasil catatan pada kertas. Inilah penilaian semu yang lahir dari sistem ekonomi kapitalisme sekuler hari ini. Berbagai kerusakan dan ketidakadilan melemahkan perekonomian secara sistematis dan terstruktur.

Sejatinya, sistem kapitalisme hanya akan melahirkan perubahan semu dan solusi tambal sulam. Semua solusi yang dilakukan tidak menyentuh akar permasalahan. Oleh karena itu, harus ada solusi sistemis agar terjadi perubahan hakiki sehingga kemajuan dan pertumbuhan ekonomi bisa terlihat secara nyata.

Islam Membawa Perubahan

Islam adalah agama sekaligus mabda, yang darinya lahir aturan untuk seluruh manusia. Islam mengatur tiga hal, yaitu tentang hubungannya dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan dirinya sendiri. Itulah kesempurnaan Islam yang juga mengatur terkait kemajuan pembangunan dan perekonomian.

Dalam pandangan sistem Islam, kemajuan ekonomi masyarakat adalah tanggung jawab negara dalam memenuhinya. Negara berperan sebagai pengurus rakyat, bukan sebagai regulator seperti pada sistem kapitalisme. Kemajuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat adalah salah satu tujuan yang harus diraih. Semua mekanismenya harus sesuai syariat Islam.

Jika kita ingin perubahan hakiki, maka yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan secara sistematis dan menyeluruh seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw.
Pertama, Rasulullah adalah satu-satunya suri teladan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan ini.

Kedua, Rasulullah melakukan perubahan secara mendasar yang akhirnya mampu merubah bangsa Arab yang jahiliah menjadi islami, bahkan sampai pada perubahan besar yaitu dengan berdirinya Daulah Islam di Madinah.

Ketiga, Rasullullah saw. berhasil menerapkan syariat Islam secara kafah dalam setiap aspek kehidupan manusia. Menariknya, pengaturan kehidupan menggunakan sistem Islam, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, sosial, politik, kesehatan, hukum sanksi, dan pertahanan keamanan.

Inilah perubahan menyeluruh, bukan parsial. Sesuatu yang bersifat sistemis harus diselesaikan dengan cara yang sistemis dan ideologis pula. Akhirnya, kemajuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat akan terwujud nyata. Oleh karena itu, sadarlah wahai kaum muslimin, kembalilah pada aturan yang telah Allah turunkan untuk seluruh alam. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Dartem

Sahabat Tinta Media

Views: 28

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA