Tinta Media – Beberapa hari yang lalu (11/2/2025), Bupati Bandung diundang oleh warga perbatasan Cianjur, tempat di mana ada jalan yang rusak dan belum tersentuh perbaikan sejak zaman penjajahan Belanda. Jalan tersebut berada di kampung Londok, hingga saat ini belum pernah ada perbaikan semenjak Indonesia merdeka.
Padahal, kawasan tersebut memiliki keindahan alam yang berpotensi menjadi tempat pariwisata. Namun semua potensi tersebut hilang karena kondisi jalan yang rusak dan tidak terurus. Bahkan, kampung Londok diplesetkan oleh masyarakat menjadi Kampung London karena rusaknya jalan ditambah serasa jauh.
Jalan umum merupakan kebutuhan sangat penting bagi banyak orang, dan semua berhak menggunakan tanpa memandang status sosial. Rakyat seharusnya bisa menikmati insfratruktur jalan dengan nyaman dan aman. Namun faktanya, masih banyak kita melihat jalan-jalan yang rusak dan tidak diperhatikan oleh pemerintah. Miris memang, pembangunan jor-joran digenjot pemerintah, namun di sisi lain, jalan-jalan di pedesaan justru tidak mendapatkan perhatian yang serius.
Buktinya masih ada anak-anak sekolah yang berangkat dengan bergelantungan lewat penyeberangan seadanya. Ada juga jalan-jalan berlubang dan ketika musim hujan jadi becek dan berlumpur. Hal itu terjadi di berbagai daerah terutama daerah pinggiran/pedesaan. Kasus jalan yang tidak pernah ada perbaikan setelah sekian lama juga menunjukkan tidak adanya peran negara dalam hal infrastruktur. Pemerintah daerah seharusnya lebih memperhatikan hal tersebut agar kenyamanan dan keamanan dapat dirasakan oleh masyarakat daerah sekitar jalan tersebut.
Seperti biasanya, keluhan rakyat seringkali tidak didengar dan diabaikan sehingga akhirnya mereka pasrah dengan keadaan. Jika sudah viral, baru direspon dan diperbaiki. Padahal, rakyatlah yang selalu ditekan dengan bayar pajak di tengah kondisi ekonomi yang sedang karut-marut saat ini. Hal ini wajar terjadi di sistem kapitalisme sekuler, sistem kufur yang tidak pernah berpihak dan mengayomi rakyatnya. Sistem ini justru menjadikan rakyat sebagai lahan bisnis belaka. Negara hanya sebagai regulator bagi pengusaha atau oligarki.
Dalam sistem Islam, jalan adalah hak rakyat yang harus dipenuhi oleh negara tentunya dengan kualitas yang memadai untuk memperoleh kehidupannya. Negara adalah pengurus urusan rakyat yang sudah seharusnya bertanggung jawab untuk memenuhi semua kebutuhan dasar rakyatnya. Termasuk dalam hal pembangunan infrastruktur jalan yang merata hingga ke pelosok negeri. Perbaikan jalan yang selalu diperhatikan setiap saat karena jika negara sedikit saja lalai, maka seorang pemimpin/Khalifah akan berdosa.
Ketakutan dan keimanan seorang Khalifah kepada Allah tentu saja akan membuat Khalifah berlaku adil, tidak mengabaikan daerah pedesaan atau jalan-jalan yang rusak di mana pun berada. Karena, dengan bagusnya sarana dan prasarana jalan akan mempermudah distribusi barang untuk keperluan rakyatnya. Dengan begitu, rakyat benar-benar akan merasakan dan menikmati jalan yang bagus, walaupun mereka ada di daerah pelosok yang jauh dari perkotaan.
Dengan asas akidah, negara Islam akan mengurus keperluan rakyatnya bukan lagi berdasarkan untung rugi, namun lebih kepada pelayanan yang mengharapkan ridho Allah semata. Semua yang berurusan dengan masalah kesejahteraan rakyat akan selalu diprioritaskan oleh negara (khilafah).
Negara khilafah adalah negara yang mandiri yang mempunyai banyak sumber pemasukan seperti kharaj dan fai (mencakup fai, ganimah, khumus, kharaj, jizyah, dan dharibah). Kemudian ada harta kepemilikan umum seperti barang tambang, hutan, laut, sungai, dan padang rumput. Dengan banyaknya sumber pemasukan tersebut di atas, maka negara Islam tidak akan bergantung kepada pajak dan utang.
Di sisi lain, sanksi Islam yang tegas akan membuat para pejabat tidak malas dan lalai untuk memperhatikan keperluan rakyatnya. Bekerja hanya untuk melayani rakyat dalam semua aspek, termasuk dalam hal pembangunan infrastruktur dan perbaikan jalan. Maka, tidak ada harapan selain pada diterapkannya syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah. Semoga sistem Islam segera tegak agar semua penderitaan rakyat akan berakhir dengan kesejahteraan.
Wallahu a’lam bishawab.
Oleh: Dartem
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 11
















